CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Kamis, 18 Agustus 2011

UNTITTLED #1

PART 1



“Rin,aku mau putus aja…..” ucap Afqa singkat memecahkan ketegangan antara mereka.
“Apa??putus??maksud kamu apa?kamu bercanda kan?gak lucu Qa,gak lucu..!!!” jawab Kharin yang tidak percaya dengan kata-kata yang baru saja di dengarnya.
“Aku gak bercanda,aku serius,mungkin bener kata kamu tadi,kita gak mungkin gini terus..”
“tapi aku gak serius bilang kaya gitu,aku Cuma ngegertak kamu biar kamu sadar kalau aku cape berantem terus,aku gak mau ada masalah terus.”
“Dan gertakan kamu berhasil Rin,aku sadar sama semua masalah di antara kita.Kamu capek kan berantem terus?sama,,aku juga cepe..!!!,jadi mending kita masing-masing dulu aja..”
“Tapi Qa,aju gak mau,aku masih saying banget sama kamu.”
“Aku juga saying kamu Rin,tapi mungkin ini yang terbaik,dari sini kita bisa intropeksi diri dan nlai ego masing-masing”
“Aku tetep gak mau putus.aku gak mau..!!!,hampir satu tahun aku sama kamu dan sekarang semuanya selesai gitu aja??”
Tanpa terasa tetesan air mata Kharin mulai berjatuhan,dia tidak bias menerima semua keputusan Afqa.
Suasana sunyi,yang terdengar hanya suara isakan tangis Kharin.Tak ada seorang pun yang melintas di sekitar jalan itu,hanya ada Kharin dan Afqa yang sudah hampir 2 jam berdiri di situ.
Kharyn mengusap air matanya,ia menatap Afqa dalam-dalam berharap agar pria yang sangat disayanginya itu merubah keputusannya.
“hemmmhhhh….
Maaf Rin,,,” ucap Afqa sambil menarik napas.
Kharin langsung melirik kearah Afqa,menunggu kata-kata selanjutnya dari Afqa.
“Maaf, aku gak bisa. Kayaknya kita sampai disini aja, percuma kalau dipaksain, ego kita berdua masih sama-sama tinggi dan kalaupun lanjut pasti bakal berantem lagi. Aku gak mau ngedenger keluhan kamu, tangisan kamu diwaktu kita lagi berantem, itu ngebuat aku ngerasa bersalah..”
“Enggak..!!, aku gak akan ngeluh lagi, aku gak akan nangis lagi. Maafin ego aku, maafin kekeras kepalaan aku,tapi please Qa, aku gak mau putus.”
“Ini yang terbaik buat kita Rin,,”
“Afqa aku mohon, aku sayang banget sama kamu.” ucap Kharin setengah menyerah untuk meyakinkan Afqa.
Tak ada jawaban, kharin menatap Afqa dengan uraian air mata, Afqa mengusap air mata Kharin, dan menggelengkan kepalanya perlahan.

“Cukup Rin, jangan nangis lagi, jangan memohon lagi, Aku yakin ini yang terbaik . Maafin aku, maaf kalau aku belum bisa bahagiain kamu.”
Kharin menunduk, ia tidak sanggup menahan rasa hancur dalam hatinya, tangannya menggenggam tangan Afqa erat-erat. Rasanya sulit untuk ia lepaskan.
“Aku sayang kamu Rin, maafin keputusan aku ini.” ucap Afqa singkat sambil mengecup kening Kharin.
Khrin tak membalas, tak da jawaban darinya. Ia hanya terus menunnduk, membiarkan air matanya jatuh ke tanah.
Afqa melepaskan genggaman tangan Kharin, perlahan ia melangkah pergi meninggalkan Kharin yang masih terus menyesali keputusan Afqa.
Afqa terus melangkah jauh.

“Gue sayang lo,,,..” ucap Kharin pelan.
“GUE SAYANG LO AFQA….!!!!!!!!!!!!!!”
Kharin meneriakan isi hatinya yang berantakan, namun percuma, Afqa telah jauh melangkah dan tak mendengar teriakan Kharin.
Kharin tertunduk si sudut jalan, tak ada satu orang pun yang lewat malam itu, ia terus menangis, merenungi apa yang terjadi pada nasib cinta yang selama ini ia perjuangkan.
Hanpir 1 tahun berpacaran dengan Afqa, bukan waktu yang singkat baginya untuk memberikan seluruh hatinya kepada Afqa.
Semakin dalam ia terlarut dalam tangisan,perlahan terbesit semua cerita yang pernah ia lalui bersama Afqa.
Membawanya kembali pada kenangan saat bersama Afqa.

Berawal dari pertemuan di awal SMA, saat awal perjuangan mereka untuk bisa bersama dimulai.



@@@



































Tidak ada komentar:

Posting Komentar