CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 23 Agustus 2011

UNTITTLED #4


PART 4


“ Duhhh,, Resa mana sih? Janji jam 1 tapi udah jam segini belum dateng juga.” keluh Kharin sambil melirik jam tangannya yang sudah menunjukan pukul setengah tiga sore.
Kharin berjalan mondar-mandir di depan toko buku, matanya melirik ke arah sekitar berharap Resa segera datang, namun sayangnya orang yang ia tunggu-tunggu itu tidak juga muncul.
“ Ddddrrrtttt…Drrrtttt…” handphone Kharin bergetar, tanda ada pesan masuk untuknya.
Kharin pun mengambil Handphone di saku celananya. Laluia mulai membaca pesan yang dari Resa tersebut.

“ FROM : Resa

Rin, sorry ya gue gak bisa nganter lo ke toko buku, ade gue ngedadak minta anter ke Pet Shop mau beli anak kucing, gara-gara kucingnya dia mati satu tadi pas abis di mandiin. Sory banget ya Rin.”

Kharin kemudian menaruh lagi Handphone nyake dalam saku celana.
“ Hemmm,,” terdengar nada kecewa dari Kharin.
“ batal sih batal, tapi kenapa ngasih tau nya pas gue udah nuggu dia sampe satu setengah jam gini.” gerutu Kharin.
Lalu kemudian Kharin pun melangkah masuk ke dalam toko buku sendirian, ia melihat lihat beberapa buku karangan penulis favoritnya.
Saat ia sedang melihat-lihat, tiba tiba seorang cowok berdiri di belakangnya.
“ Liat-liat nanti beli gak nih mba?” tanya cowok tersebut.
Kharin tak menggubris, ia tetap melanjutkan membuka halaman buku yang di pegangnya.
“ Liatnya hati-hati mba, nanti rusak lagi bukunya, itu kan belum di beli.” tambah cowok itu lagi.
Kharin tetap cuek dengan perkataan cowok itu, walaupun ia sedikit kesal namun Kharin tetap berusaha diam.
Melihat Kharin yang tidak memperdulikannya, cowok itu pun semakin gencar mengganggu Kharin.
“ Kok diem aja mba? Jangan-jangan gak bisa ngomong ya??”
Kharin nampak kesal, ia pun menaruh buku yang tadi di pegangnya pada rak buku semula,ia pun membalik badan dan melihat ke arah cowok tersebut.
“ Rese deh lo, lo tuh siaaaaaaaa…,,,” kata-kata Harin terputus saat melihat cowok di hadapannya.
Ia terdiam sejenak, ia perhatikan cowok itu baik-baik sambil mencoba mengingat-ngingat sesuatu.
“ Trenyata lo masih sama ya? Masih jutek,hahahaha” jawab cowok itu sambil tertawa.
“ Lo? Ragaaaa..!!” ucap Kharin sambil memeluk cowok di hadapannya itu.
“ Hahahaa, lo masih inget gue Rin?”
“ ya masih lah, satu-satunya cowok paling rese sedunia itu Cuma lo..!,hahahaha” jawab Kharin sambil tertawa.
Beberapa lama Kharin belum juga melapaskan Raga, terlihat orang-orang di sekelilingnya melirik ke arah mereka berdua.
Raga yang menyadari itu mulai merasa malu.
“ Rin, mau tau gak?
“ Apa Ga?” jawab Kharin yang tidak menyadari pandangan orang-orang di sekelilingnya.
“ Semua orang di toko buku ii ngeliatin kita tau, mendinglo lepasin gue dulu deh,nanti kita diasangka berbuat mesum lagi..hahahha”
Kharin melotot, ia yang baru sadar tangannya masihmemeluk raga segera melapaskan nya.
“ Eh sorry Ga, aduuhh sorry banget, gue gak sadar..” jawab Kharin menahan malu.
“ Hahahha, iya Rin gak apa-apa kok, lain kali kalau mau meluk gue jangan di tempat umum ya Rin, cari tempat strategis dikit lah, biar romantis..”
“ Ih apaan sih lo, hahaha.” Jawab Kharin sambil manyenggol Raga.
Kharin yang menyadari orang-orang disekelilingnya memperhatikan mereka, langsung menarik Raga keluar dari Toko buku itu.
“ Cari tempat lain yuk Ga, gue jadi gak enak disini.” ajak kharin.
“ Cari tempat buat meluk gue lagi??” tanya Afqa polos.
Kharin melongo.
“ Ihhh bukan, apaan sih…” jawab Kharin, mukanya memerah.
“ hahaha,, bercanda kok, yaudah yukk..”
Kharin mengangguk, mereka pun melangkah keluar toko buku itu.
“ Kok lo udah balik ke jakarta Ga?” tanya Kharin.
“ Iya, gue lagi liburan Rin, jadi mampir ke Jakarta.”
“ Kok lo gak ngasih tau gue sih kalau mau ke Jakarta? Maan lo gak pernah ada kabar, katanya mau sering-sering nelepon gue?”
“ Hehehe, sorry Rin, gue lupa nomer Handphone lo.”
Kharin hanya tersenyum.
“ Iya, gak apa-apa kok ga.” jawab Kharin.
Kharin dan Raga pun terlarut dalam obrolan mereka.

Raga adalah teman Kharin sedari kecil, namun semenjak masuk ke SMA mereka bersekolah di sekolah yang berbeda, dan semenjak 6 bulan lalu Raga dan orangtuanya pindah ke Bandung. Semenjak itulah raga dan Kharin tidak pernah berhubungan sampai akhirnya mereka bertemu kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar